Semarang, 28 September 2026 – Penanganan keadaan darurat membutuhkan komunikasi dan koordinasi yang berjalan dengan baik antar seluruh pihak. Untuk menguji kesiapan tersebut, PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah melaksanakan simulasi penanganan huru hara dengan melibatkan unsur internal dan pihak kepolisian.
Dalam pelaksanaannya, PLN Icon Plus menggandeng dan mendapat dukungan dari Polsek Banyumanik sebagai bagian dari penguatan aspek pengamanan dalam simulasi. Kolaborasi tersebut memberikan kesempatan bagi personel untuk mempraktikkan koordinasi dengan pihak kepolisian dalam menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan bersama.
Skenario simulasi menggambarkan situasi keamanan yang berkembang hingga membutuhkan penanganan lebih lanjut. Kondisi tersebut menjadi ruang latihan bagi personel untuk memahami bagaimana informasi diterima, diteruskan, dan ditindaklanjuti sesuai dengan peran masing-masing.
Simulasi tersebut menggambarkan kebutuhan untuk mengamankan lingkungan kerja dari potensi risiko yang muncul. Personel diarahkan untuk memperhatikan kondisi sekitar sekaligus memastikan proses penanganan tidak menimbulkan risiko tambahan bagi orang-orang yang berada di lokasi.
Keterlibatan pihak kepolisian dalam simulasi turut memberikan gambaran mengenai koordinasi yang diperlukan apabila suatu keadaan membutuhkan dukungan pengamanan dari pihak eksternal. Hal tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat kesiapan komunikasi antara perusahaan dan pihak terkait.
Senior Manager SBU Regional Jawa Bagian Tengah PLN Icon Plus, Leandra Agung Tri Radi Putra, mengatakan koordinasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penanganan keadaan darurat.
“Ketika menghadapi kondisi darurat, setiap pihak perlu memahami perannya masing-masing. Karena itu, simulasi ini juga kami gunakan untuk melihat bagaimana komunikasi dan koordinasi berjalan, baik di internal maupun dengan pihak yang dapat memberikan dukungan ketika dibutuhkan,” ungkap Leandra.
Menurutnya, simulasi memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai alur komunikasi ketika menghadapi situasi yang membutuhkan respons bersama. Hal ini penting agar informasi yang disampaikan dapat diterima dengan jelas dan tindakan yang dilakukan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Pelaksanaan simulasi menjadi salah satu sarana bagi PLN Icon Plus untuk menguji kesiapan mekanisme koordinasi dalam menghadapi gangguan keamanan. Hasil pelaksanaan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat komunikasi, pembagian peran, serta langkah pengamanan apabila menghadapi kondisi darurat di kemudian hari.






